Dicintai (Pseuwisdom 10:1-8)
27 November 2007
1 Kenapa orang begitu sukar untuk menerima bahwa diri mereka layak untuk dicintai? Gue menyalahkan cerita dongeng, iklan dan sinetron. Kenapa?
2 Mencintai itu gampang. Eloe lihat sendiri di semua sinetron, bagaimana tokoh utama yang cantik jelita mencintai setengah mati meskipun mendapat berbagai penderitaan. Yang mencintai itu seorang protagonis, pahlawan, dan semua hal yang baik menjadi satu.
3 Tapi dicintai? Apakah ada yang mengajarkan bagaimana caranya dicintai? Oh, gampang itu dicintai. Eloe diam aja dan kalau eloe emang dicintai orang lain yah, eloe terima aja dan gak usah protes.
4 Gampang? Enggak. Jika ada orang yang merasa gak layak untuk dicintai, apakah dia bakalan duduk diam dan membiarkan dirinya dicintai?
5 Semua bilang bahwa mencintai lebih terhormat dari dicintai.
6 Orang terbebani dengan dicintai. Dicintai itu benar-benar tidak Yesus banget. Di saat terpenting dalam hidupNya (yeah, di kayu salib), injil mencatat bahwa dia tidak dicintai. Yesus mencintai. Nilai mencintai lebih besar daripada dicintai. Ada berapa tulisan di injil yang mencantumkan kata dikasihi/dicintai? Satu. Itupun "dikasihi Tuhan"
7 Padahal bagaimana caranya mencintai kalau gak ada yang dicintai. Ya, ya, gue tau, bahwa itu hubungannya timbal balik. Tapi lebih banyak orang mencintai daripada dicintai. Penulis yang paling gue suka pernah menulis kalau cinta itu bukan sekedar mencintai dan dicintai, cinta itu soal partisipasi.
8 Jadi, bersediakah orang untuk dicintai?
Scripture pseuwisdom
